Ketika Kiai Aqil Siroj Mendapat Berkah Kiai Munawwir Krapyak

0
620

KHASKEMPEK.COM – Karomah Kiai Munawwir Krapyak memang sudah muncul sejak kecil. Ini tidak lain karena riyadloh yang sudah dilakukan ayahnya, KH Abdullah Rasyad, dan sang kakek KH Hasan Besari. Riyadloh leluhur inilah yang juga membentuk sosok Kiai Munawwir.

Soal kewalian Kiai Munawwir, semua ulama sepakat (muttafaq alaih), mengakui. Banyak santrinya Kiai Munawwir yang kemudian menjadi ulama’ besar, menjadi ulama’ ahli al-Quran di daerah masing-masing. Kiai Arwani Amin sangat masyhur di Pantura, Kiai Muntoha di Wonosobo, Kiai Umar di Solo, Kiai Umar Sholeh di Kempek dan lain sebagainya.

Tidak lupa, berkah Kiai Munawwir ternyata juga meluber kepada ayahnya Ketua Umum PBNU, Prof KH Said Aqil Siroj. Ayah Kang Said, yakni Kiai Aqil Siroj semasa kecilnya mempunyai kesulitan dalam mengucapkan bunyi huruf “R”. Usianya saat itu sudah sekitar 8 tahun. Tentu saja, ini sangat mengganggu dalam membaca al-Qur’an.

Akhirnya, setelah minum air bekas cucian tangan Kiai Munawwir, Aqil Siroj muda bisa langsung membaca “R” dengan jelas. Subhanallah!

Semua itu berkah dari Allah. Karena doa kekasihnya, Allah mengabulkan. Itulah orang-orang sholeh, kekasih Allah, yang hidupnya diabdikan untuk mengabdi kepada umat.

Kiai Aqil Siroj kemudian menjadi kiai besar, putra-putranya juga menjadi ulama’ besar, yang sekarang menjadi Ketua Umum PBNU, yakni Kiai Said Aqil Siroj. Putranya yang lain, Kiai Mustofa Aqil Siroj menjadi da’i kondang, juga menjadi Ketua Majlis Dzikir Hubbul Wathon.

Almarhum Buya H Ja’far Shodiq Aqil, yang merupakan kakak Kiai Said Aqil membangun Pesantren Khas Kempek menjadi semakin besar dan maju. Kemudian Almarhum Kiai Ahsin Syifa Aqil yang alim dan zuhud dengan mewarisi cara mengaji ayahandanya. Serta Kiai Ni’amillah Aqil yang mempunyai suara merdu dan penjelasan yang mudah untuk dipahami.

Keluarga Kiai Aqil Siraj mempunyai hubungan yang akrab dengan keluarga Krapyak. Ini tak bisa dilepaskan dari hubungan akrab Kiai Said Gedongan dengan Kiai Munawwir. Semua itu karena ridho Allah, dan selalu mengharap berkah dan kasih sayang dari rahmat-Nya. (Khas Media)

*Artikel ini dikutip dari Bangkit Media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here