Kepada Fatayat NU, Kiai Said Aqil Siroj: Ibu adalah Madrasah Utama

0
144

KHASKEMPEK.COM, JAKARTA – “Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Itulah salah satu pesan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA dalam acara Halal bi Halal Fatayat NU Sedunia, Ahad (31/5/2020).

Dalam acara yang digelar secara online tersebut, Kiai Said mengawali dengan menjelaskan peran perempuan khususnya para ibu sangat penting untuk membentengi para generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam pemahaman-pemahaman beragama yang keluar dari makna dan tujuan diturunkannya agama Islam.

Pemahaman yang melenceng tersebut bisa dalam bentuk pemahaman radikal yang memahami agama secara ekstrem ataupun sekuler yakni pemahaman agama yang hanya mengedepankan rasio atau akal.

Saat ini paham-paham tersebut ungkap Kiai Said, sudah muncul di berbagai lembaga-lembaga pendidikan melalui kelompok-kelompok yang cenderung eksklusif, di antaranya menggunakan istilah kelompok tarbiyah. Kelompok anak-anak muda ini mengkaji agama dengan doktrin-doktrin yang mengarah kepada radikalisme.  

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik,” kata Kiai Said mengutip makalah penyair ternama Hafiz Ibrahim.  

Jika para ibu mampu mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya dengan baik, maka menurut Kiai Said, bukan hanya keluarga yang akan baik, namun bangsa pun akan menjadi bangsa yang baik.  

Dalam sebuah syair Syauqi Bey lanjut Kiai Said, ditegaskan bahwa  ‘Innamal umamul akhlaqu ma baqiyat wa inhumu dzahabat akhlaquhum dzahabu’. Hidup dan bangunnya suatu bangsa tergantung pada akhlaknya, jika mereka tidak lagi menjunjung tingi norma-norma akhlaqul karimah, maka bangsa itu akan musnah bersamaan dengan keruntuhan akhlaknya.  
“Jaga anak-anak jangan sampai dengan ajaran-ajaran radikal dan sekuler. Tanamkan karakter, akhlak, dan budaya kita kepada mereka,” ajak Kiai Said.  

Kiai Said juga mengingatkan bahwa budaya luhur bangsa Indonesia juga harus terus dipertahankan. Jangan sampai para generasi muda tidak cinta dengan budayanya sendiri. Jangan sampai para anak-anak muda meremehkan budaya yang menjadi kekayaan bangsa. (KHASMedia)

Sumber: NU Channel dan NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here