Ini Jawaban Mengapa Kitab Nahwu Diawali Dengan Bab Kalam

0
225

KHASKEMPEK.COM – Kalam Arab (bahasa/percakapan Arab) merupakan landasan terbentuknya ilmu nahwu. Karena dengan ilmu nahwu seseorang akan mampu menguasai bahasa Arab secara detail, sehingga akan mampu memahami kandungan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Oleh karena itu, kebanyakan kitab yang mambahas ilmu nahwu itu mendahulukan pembahasan mengenai kalam.

Kalam itu dapat didefinisikan melalui dua perspektif, secara lughowi (etimologi) dan istilahi (terminologi). Kalam secara lughowi adalah segala sesuatu yang memberikan pemahaman baik berupa tulisan, petunjuk maupun suara hati. Jadi inti dari kalam menurut lughowi adalah memberikan pemahaman sekalipun itu bukan sebuah omongan.

Sedangkan pendefinisian kalam secara isthilahi ternyata lebih spesifik. Karena didefinisikan dengan suara (dalam artian harus berupa ucapan) yang mencakup pada sebagian huruf hijaiyyah yang tersusun dengan kalimat lain, baik itu dua atau lebih dengan susunan yang bersifat isnadi (dalam artian mubtada sudah memiliki khobar, fi’il sudah memiliki fa’il dan syarat sudah memiliki jawab), memberikan pemahaman kepada lawan bicara (sekiranya pemahaman dapat dicapai tanpa menunggu kata kata yg lain) dan ada unsur kesengajaan. Seperti contoh lafadz “جاء زيد”.

Ketika seseorang mengatakan “جاء زيد” maka yang dikatakan orang tersebut adalah kalam menurut ulama ilmu nahwu karena perkataan itu mencakup pada sebagian huruf hijaiyyah (yakni jim, alif, hamzah, zay, ya dan dal), sudah tersusun (dalam contoh ini dari dua kalimah, yakni fi’il berupa جاء dan fa’il berupa زيد), dan sudah memberikan pemahaman yang sempurna dan perkataan tersebut diucapkan untuk memberikan pemahaman pada pendengar bahwa Zaid telah datang, itulah devinisi kalam menurut ulama yang berkompeten dalam bidang nahwu. (KHASMedia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here