Filosofi Nahwu; dari Al-Kalamu, Kalamuhum sampai Kalamuna

0
648

KHASKEMPEK.COM – Dalam memahami Al-Qur’an yang merupakan kalamullah, perlu adanya penunjang yang berfungsi sebagai alat untuk memahaminya. Karena bahasa yang digunakan kalamullah adalah bahasa Arab, maka alat yang menjadi penunjang untuk memahaminya adalah Ilmu gramatika bahasa Arab.

Disamping itu, al-Qur’an tidak langsung bisa dipahami mentah-mentah, butuh proses yang panjang dan lama. Kalamullah baru bisa dipaham melalui penjelasan kalamurosulillah SAW (hadits), dan kalamurosulillah bisa dipaham melalui penjelasan kalam-kalam ulama (Kitab-kitab ulama). Semuanya itu menggunakan bahasa Arab, maka untuk memahaminya harus paham ilmu gramatika bahasa Arab.

Jadi, untuk memahami kalamullah harus paham kalamurosulillah, untuk memahami kalamurosulillah harus paham Kalam-kalam ulama, dan untuk memahami kalam-kalam ulama harus paham ilmu gramatika bahasa Arab.

Oleh karena itu, salah satu sebab kenapa pengarang ilmu gramatika bahasa Arab,
itu memulai karanganya dengan bab kalam. Karena Beliau-beliau berharap, semoga kitab-kitab yang dikarangnya dapat menjadi penuntun untuk memahami kalamullah, kalamurosulillah, dan kalam-kalam ulama.

Misalnya Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shonhâji (pengarang kitab Al-Ajurumiyah), Syekh Syarifuddin Yahya bin Syekh Badruddin Musa bin Romadhon bin Umairoh Al-Imrithi (pengarang kitab Al-Imrithi), dan Syekh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah Ibnu Malik al-Thay, Al- Andalusia (pengarang Kitab Alfiyah Ibnu Malik).

Syekh Dawud Al-Shonhaji memulai karanganya dengan kata:


الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

Lafadz الكلام memiliki arti “Kalam Arab”
Syekh Dawud menuntun kita melalui kitab ini untuk memahami kalam Arab, tetapi kita masih belum bisa memahaminya karena masih berupa kalam Arab. Oleh karenanya, kita masih perlu mempelajari bahasa Arab lebih dalam lagi.

Orang-orang yang mampu memahaminya adalah ulama ahli nahwu, maka kita perlu dituntun oleh mereka dan masuk ke dalam golongan mereka.

Dalam hal ini, Syekh Syarifuddin Yahya Al-Imrithi mampu memahaminya dan menuntun kita masuk ke dalam golongan mereka. Melalui karyanya nadzom Al-Imrithi yang babnya dimulai dengan kata:


كلامهم لفظ مفيد مسند

Lafadz كلامهم memiliki arti “kalam mereka (ulama nahwu).

Syekh Syarifuddin Yahya Al-Imrithi menuntun kita untuk memahami bahasa Arab lebih dalam, membawa kita masuk kedalam golongan mereka, sedikit demi sedikit kita sudah bisa memahami bahasa Arab.

Setelah lama kita menjalani proses pembelajaran bahasa Arab, kita dituntun lagi oleh Imam Ibnu Malik dalam memahami bahasa Arab lebih jauh dan dalam, melalui kitabnya Alfiyah Ibnu Malik, beliau memulai babnya dengan kata:


كلامنا لفظ مفيد كاستقم

Lafadz كلامنا memiliki arti “kalamnya kita”

Imam Ibnu Malik menuntun kita masuk kedalam golongan mereka dan menjadi bagian dari mereka. Pada proses ini, kita sudah bisa memahami bahasa Arab secara utuh, sehingga kalam tersebut menjadi كلامنا “kalamnya kita”.

Intinya, semakin lama kita belajar bahasa Arab sudah semestinya kita paham bahasa Arab. (KHASMedia)

Dikutip dari mauidzoh hasanah Bapak KH. Muhammad Mushtofa Aqiel Siroj

Penulis: Jamalullail (Alumni KHAS angkatan Al-Ikhtishos).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here