Buya Ja’far Aqil Siroj; Kiai yang Tulus Melayani Umat

1
771

KHASKEMPEK.COM – Almarhum Buya KH. Ja’far Shodiq Aqil Siroj termasuk tipe kiai yang memilliki karakter penuh santun dan benar-benar tulus dalam melayani umat. Almarhum dikenal luas sebagai sosok kiai yang tidak pernah membeda-bedakan tamunya. Terdapat berbagai macam karakteristik kiai dan almarhum  merupakan sosok yang penuh perhatian dan “nge-wong-ake” semua orang yang menjadi tamunya.

Beliau pun, dikenal pula sebagai kiai yang tidak memiliki protokoler dan hambatan apa pun dalam menerima tamu-tamunya. Bahkan, almarhum dikenal selalu mendahulukan kepentingan umat. “Jika saja tidak berkat beliau, maka pesantren ini tidak akan seperti sekarang,” begitu Kiai Musthofa memberi penghargaan kepada kakaknya, Buya H. Ja’far Aqil Siroj, “kenang adik kandung almarhum, Prof. Dr. K.H. Said Aqill Sirodj yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Buya KH Ja’far Aqil Siroj  merupakan putra sulung dari kelima putra K.H .Aqil Sirodj, tokoh pendiri Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat yang sekarang menjadi Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS). Secara berurutan, kelima putra tersebut disusul KH. Said Aqil Siroj, KH. M. Musthofa Aqil Siroj, KH. Ahsin Syifa Aqil Siroj, serta paling akhir, KH. Ni’amillah Aqil Siroj.

Boleh dibilang juga, di mata santri – buya Ja’far adalah sosok yang tegas, terlebih bagi kelas pengajian Alfiyah. Dalam mengaji, pertama-tama, paling tidak Buya Ja’far membacakan dua sampai lima nadzom perhari, berikut keterangannya. Besoknya, dua sampai tiga nama akan disebut untuk membacakan nadzom dan keterangan sesuai dengan apa yang Buya Ja’far berikan sebelumnya.

Adapun falsafah yang pernah
disampaikannya, seperti  buya Ja’far pernah berkata; “Jangan berharap jadi orang sukses jika tidak mau capek dan lelah.”

Semasa hidup, Buya KH Ja’far Aqil Siroj dikenal sebagai sosok yang gigih, disiplin, serta tulus dalam memperjuangkan kemajuan pesantren, tidak hanya bagi pesantren Kempek yang diasuhnya, melainkan sebagai tempat mengadu dan berbincang bagi para tokoh pesantren lain, khususnya di Cirebon.

Puncaknya adalah saat ia berhasil menjadi tuan rumah perhelatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 2012 lalu, di mana acara tersebut bisa berlangsung tertib dan aman. (KHASMedia/dari berbagai sumber)

1 KOMENTAR

  1. Ingat Munas NU 8 tahun silam di Khas Kempek, aku jadi panitia bagian penginapan, alhamdulillah bisa ngalap berkah para kiyai se indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here