Bangga! Bukan untuk Lomba, Begini Pentingnya Ngaji Kempekan Menurut Kang Muh

0
114

KHASKEMPEK.COM – Satu dari sekian yang khas di Pondok Pesantren Kempek adalah ngaji ala Kempekan. Ngaji Kempekan adalah cara ngaji Al-Qur’an yang digagas oleh Almarhum KH Umar Soleh, agar para santri dapat membaca Al-Qur’an sesuai tuntunan makharij al-huruf sehingga ibadah salatnya diterima.

Demikian itu disampaikan oleh KH Musthofa Aqil Siradj, pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, saat memberi tausiah Khotmil Al-Qur’an di Pondok Pesantren Kempek 2013 silam sebagaimana juga diunggah oleh fanspage Pondok Pesantren Kempek (13/05/2013). “Bacaan Al-Qur’an Kempekan itu qira’atan fasihatan muhaqqaqatan sahhat biha as-sholah.” dawuhnya.

Kiai yang juga merupakan Ra’is Syuriah PBNU itu memaksudkan bahwa bacaan Al-Qur’an model Kempekan ialah bacaan yang fasih, pasti (tegas), yang dengannya salat kita akan sah. Demikian itu, sambung Kiai Musthofa, sebab salah satu syarat sah salat dalam bentuk bacaan (qauli) adalah kebanaran bacaan Al-Fatihah dan Tasyahud/At-Tahiyat.

Menurut Kiai Musthofa, Al-Qur’an Kempekan diajarkan kepada santri Kempek bukan untuk lomba atau musabaqah, akan tetap agar santri-santri bacaannya sesuai dengan tuntunan makharij al-huruf dan salatnya sah. “Kalau Al-Qur’an Kempekan untuk lomba pasti kalah. Sebab Al-Qur’an Kempekan bukan untuk lomba.” tandasnya lagi.

Dengan menirukan bacaan ta’awuz seperti musabaqah, Kang Muh, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa demikian pasti diklentung (ditolak) jika ngaji Kempekan. Karena (misalnya), katanya lagi, pengucapan huruf ‘dzal’-nya tidak muhaqqah. Beda dengan ngaji Kempekan, untuk membaca dzal harus jelas, harus nyengir dulu, sehingga makhrajnya tepat, muhaqqah.

Kang Muh juga mencontohkan salah satu bacaan Kempekan dalam qira’ah Kempekan. “Qul auzu birabbinnasi malikinnasi ilaaahh. Ilaahinnasi min syarr….” Dalam ngaji Kempekan, sambungnya lagi, ketika sampai pada kata “ilah” maka harus berhenti. Demikian agar makraj huruf “ha” jelas, di dada, seabagaimana tuntunan makhrajnya.

Kiai Kempek yang kondang itu juga menjelaskan alasan lain mengapa harus ngaji Kempekan “Ngaji Kempekan adalah bentuk ihtiyat atau kehati-hatian Kiai Umar, agar para santri salatnya diterima sebab bacaannya yang baik. Maka bacaan Kempekan ini juga digunakan di Lirboyo, Sarang, dan pesantren lainnya.” kata Kang Muh.

Ngaji Al-Qur’an ala Kempekkan memang dikenal sebagai ngaji yang cukup ketat. Karena santri dituntut untuk bisa mengucapkan huruf dan kalimat Al-Qur’an dengan tepat, fasih, dan muhaqqah. Biasanya, untuk selesai ngaji surah Al-Fatihah saja santri menghabiskan waktu 5-7 bulan.

Setelah lulus ngaji Al-Fatihah, metode ngaji Kempekan dilanjutkan dengan bacaan Tasyahud. Alasannya karena tasyahud adalah rukun qauli kedua setelah Al-Fatihah yang menjadi syarat sahnya salat. “Santri Kempek harus bersyukur bisa ngaji Kempekan. Berkah Kiai Umar, insya Allah kita semua berkah hidupnya, baik ibadahnya.” pungkas Kang Muh dalam video yang ditonton oleh ratusan Netizen itu.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here