Almarhum Buya Ja’far; Guruku, Inspiratorku

0
217

KHASKEMPEK.COM – Beliau Sosok kiai yang sangat telaten dan tegas sekali dalam mendidik santri santrinya, dalam mengajarkan Al-Qur’an, mengajarkan Alfiyah Ibnu Malik dan mencontohkan kedisiplinan tanpa batas terhadap semua santrinya .

Saya ingat setelah selesai Hataman Al Qur’an Januari 2011, saya sowan beserta keluarga untuk meminta doa dan meminta ridho ipun panjenengan. Beliau berpesan, “Aja boyong ya Drus, lanjut ngaji Alfiyah Karo isun endah olih berkahe Alfiyah lan kyai Kempek,” padahal saat itu, rencana saya berniat untuk sowan minta ridho dan dalam hati berniat pindah pondok, namun ungkapan beliau membuat saya dan keluarga saya saat itu mendukung untuk lanjut mengaji Alfiyah kepada beliau .

Tahun 2011 sampai 2012, saya dengan teman-teman istighol memasuki jenjang Alfiyah Ula, Alfiyah Tsani. Ketika mengaji Alfiyah kepada Abuya KH. Ja’far Shodiq Aqiel banyak sekali kenangan yang didapat, yang bisa diambil pelajaran, sosok kedisiplinan dalam mengajar telaten dalam makna, beliau sering mengatakan jangan merasa sudah bisa, kitab harus penuh, cocogan jangan cuma satu kali, kalau bisa cocogan yang membaca kita sendiri, jangan kita yang mendengarkan temen membaca.

Alhamdulillah tepat di Tanggal 19 Januari 2013 kami santri Alfiyah Istighol bisa menghatamkan Nadzom Alfiyah 1002 Bait. Meskipun beliau sibuk menjadi ketua MUI Cirebon, beliau senantiasa tetep disiplin mengajarkan Al-Qur’an dan Alfiyah beserta keistiqomahan beliau dalam membaca sholawat 1000 kali setiap Subuh.

Beliau sering berpesan jangan lupa mendoakan kiai-kiai Kempek dan tawasul kepada pendiri Pondok Pesantren Kempek, Mbah KH. Harun, Mbah KH. Umar Sholeh, Mbah KH. Aqiel Siroj dan KH. Nashir Abu Bakar. Juga beliau sering mengingatkan harus selalu mendoakan kedua orang tua agar diberikan kesehatan rejeki lancar dan berkah hidupnya.

Beliau sosok kiai yang sangat disiplin dalam semua hal, dalam hal disiplin ilmu, dalam hal disiplin waktu, dalam hal disiplin telaten kepada santri santrinya. Beliau pernah berpesan kepada para santri, “Santrine Isun Aja Bulit”. Artinya santri saya jangan curang, dalam hal apapun.

Maafkan kami Buya, jika selama mengaji sering membuat engkau marah, bendu karena malas-malas dalam cocogan, malas dalam melalar nadzom Alfiyah, namun insy Allah kami punya semangat untuk menjadi seseorang yang bisa meneladani engkau dalam semua hal, terutama dalam hal kedisiplinan ilmu dan kedisiplinan waktu.

Nyuwun ridho e panjenengan Buya. Mugi-mugi Al-Qur’an lan Alfiyah ingkang dipun pelajari saking panjenengan saged dadosaken futuh e kulo lan angsal barokah ipun sedoyo masyayikh Kempek.

Alfatihah untukmu Buya KH. Ja’far Shodiq Aqiel, Guruku, sang inspiratorku, Syekhina wamurabbi Ruuhina.

Curahan hati Santri Alfiyah Istighol 2013 (Muhammad Idrus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here