Semasa Kiai Said menahkodai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), segala perhelatan acara yang bersifat ke-NU-an dikembalikan ke pondok pesantren.

Pada tahun 2018 ini, kongres IPNU XIX-IPPNU XVIII bertempat di Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Ada tiga hal yang menjadi keistimewaan perhelatan Kongres IPNU-IPPNU di pondok pesantren.

1. Full Barokah

Sebagai kader-kader muda NU, perhelatan kongres IPNU-IPPNU di pesantren menjadi berkah tersendiri bagi para peserta kongres. Betapa tidak? Mereka bisa bertatap muka dan tabaruk kepada kiai-kiai yang berada di pesantren secara langsung.

Bagi warga nahdliyin, bisa bersalaman dan bermuwajaha dengan para kiai-kiai pesantren merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya. Sepulang kongres, rekan-rekanita IPNU-IPPNU full barokah nih. Jangan iri guys..he

2. Dekat dengan pesantren

Sebagaimana pesan Kiai Said Aqil Siraj selaku Ketua Umum PBNU, agar pelaksanaan kegiatan yang bersifat ke-NU-an selama kepengurusannya diadakan di pesantren, termasuk agenda kongres IPNU-IPPNU

Di pesantren, peserta kongres IPNU-IPPNU selain bisa bersentuhan langsung dengan kehidupan pesantren secara fisik, juga ada banyak aspek filosofis dari kebijakan Kiai Said tersebut. Di antaranya adalah mendorong kader-kader muda NU untuk kembali pada pola hidup dan cara berpikir pesantren serta menghidupkan nilai-nilai di dalamnya: hikmah, kebijaksanaan, kesedarhanaan dan kemandirian.

3. Ziarah ke Muassis Pesantren

Selain full barokah dan tidak banyak merogoh kocek, peserta kongres IPNU-IPPNU juga bisa berziarah ke maqbaroh muassis dan masyayikh pondok pesantren yang ditempatinya.

Pondok Pesantren Kempek Cirebon sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Tentunya, banyak para wali dan kia-kiai karismatik yang telah berjuang dan berkhidmah untuk pesantren. Sebut saja KH. Aqil Siraj, KH. Nashir Abu Bakar, KH. Ja’far Shodiq Aqil, KH. Ahsin Syifa Aqil, dan kiai-kiai lainnya.

Dengan berziarah ke makam para masyayikh pesantren Kempek, rekan-rekanita IPNU-IPPNU dapat meneladani perjuangan beliau-beliau dalam menegakkan nilai-nilai ajaran agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (KHASMedia)