Tag Archives: featured

INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU Tahun Pelajaran 2015 / 2016

24SYARAT – SYARAT PENDAFTARAN

1. Mengisi formulir pendaftaran
2. Menyerahkan :

a.Fotocopy IJAZAH legalisir : 2 lembar
b.SKHUN Asli beserta fotocopinya : 2 lembar
c.Fotocopy Kartu Keluarga/KTP orang tua : 2 lembar
d.Fotocopy Kartu NISN : 1 lembar
e.Fotocopy IJAZAH Diniyah : 1 lembar
f.Pas foto berwarna ukuran 3×4 (pondok) : 3 lembar

3. Menyertakan Surat Pindah dan Raport bagi siswa pindahan
4. Pada tanggal 04 Juli 2015 berusia maksimal 18 tahun bagi MTs/SMP dan 21 tahun bagi MA.
5. Menandatangani pernyataan orang tua/wali dan bersedia mentaati peraturan pendidikan
6. Menetap dan/atau mengaji di PP.KHAS Kempek selama mengikuti pendidikan
7. Pendaftaran harus didampingi orang tua/wali

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

1.Waktu : Dibuka mulai Tgl 17 Mei s/d 04 Juli 2015

2.Jam : Pukul 10.00 s/d 19.00 WIB ( Pondok )
Pukul 13.00 s/d 17.00 WIB ( Sekolah )
3.Tempat :
a.Kantor KHAS Putra  (0231) 341706
b.Kantor KHAS Putri  (0231) 343604-05
c.Kantor MTs KHAS KEMPEK  (0231) 344382
d.Kantor SMP KHAS KEMPEK  (0231) 341704
f.Kantor MA KHAS KEMPEK  (0231) 344381

JADWAL KEGIATAN PSB

 Pendaftaran : 17 Mei – 04 Juli 2015
 Daftar Ulang : 27 – 30 Juli 2015
 Tes baca tulis Al – Qur’an & interview MTs/SMP : 27 Juli 2015
 Tes Potensi Akademik & Skolastik MA : 27 Juli 2015
 Efektif belajar kelas 2 dan 3 : 26 Juli 2015
 Efektif belajar Santri Baru : 01 Agustus 2015
 Masa Orientasi Siswa (MOS) : 01-03 Agustus 2015

BIAYA PENDIDIKAN
NO SATUAN PENDIDIKAN BIAYA BULANAN BIAYA PENDAFTARAN

1 PP. KHAS Putra Rp 56.000,- Rp 840.000,-
2 PP. KHAS Putri Rp 75.000,- Rp 840.000,-
3 MTs KHAS Rp 0,- Rp 1.120.000,-
4 SMP KHAS Rp 0,- Rp 1.120.000,-
5 MA KHAS Rp 40.000,- Rp 1.520.000,-

Keterangan :

* : Biaya pendaftaran harus lunas dimuka,
** : Formulir pendaftaran MTs/SMP/MA Rp 20.000,-
(Formulir bisa di Download di www.khaskempek.com)
*** : SPP MTs/SMP GRATIS/BOS,
**** : Biaya pendaftaran dan bulanan MA dipergunakan untuk pembiayaan yang tidak ditanggung BOS,
****** : JamKes & Kalender 2016 santri yang tidak sekolah,
mengikuti biaya Pesantren.

Hal – hal yang belum jelas
bisa ditanyakan langsung di sekretariat pendaftaran

FALSAFAT TASHRIFAN MENURUT KYAI MUSTHOFA AQIEL

Ilmu tashrif adalah satu fan ilmu gramatika bahasa arab yang tidaklah asing di mata para santri yang sedang mendalami agama islam melalui Turats-turats atau pemahaman kitab kuning. Namun sayangnya turats sendiri menggunakan bahasa arab dan bertolak belakang dengan bahasa yang digunakan sehari-hari di indonesia. oleh sabab itu, pelajar di indonesia tidaklah gampang untuk memahami Turats jika tidak bisa bahasa arab dan menguasai gramatikanya yang ada enam: Nahwu, Mantiq, Balaghoh, Bayan, Badi’ begitu juga Shorof atau Tashrif. Dengan artian, ke-enam fan ilmu tersebut sangatlah mutlak bagi pelajar atau santri yang ingin bisa memahami kitab kuning seperti Tafsir, Hadits, Ushul Fiqh dsb.

Akan tetapi tashif juga memiliki falsafat tersendiri, seperti yang dipaparkan oleh KH. M. MUSTHOFA AQIEL SIROJ, selaku Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek cirebon dalam acara Muhadlarah ‘Ammah (pengajian umum) yang bertempat di halaman komplek al-Jadied Pondok Pesantren KHAS Kempek Desa Kempek Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Kamis (26/02/2015) malam.

فعل يفعل فعلا,yang pertama adalah harus mampu dan berani berbuat, beramal dan berkarya. “Akan tetapi itu semuanya melalui pertolongan Allah dan bimbingan dari para guru. Makanya نصَر ينصُر نصرا” ungkap Kyai Musthofa menjelaskan di depan ribuan santri yang memadati tempat acara.

Kyai Musthofa melanjutkan,kebayakan dikalangan pemuda lebih suka belajar agama di media social seperti google, youtube dsb, yang jelas tidak ada gurunya. Yang dikhawatirkan menjadi pemikiran radikal sampai-sampai berani membunuh orang lain yang tidak sepaham dengannyadan sedang marak terjadi belakangan ini. Karena itu semua dapat mencoreng kesucian nama islam di mata dunia.

“disamping itu,ضرباضرَب يضرِبorang harus berusaha, menghafal, nderes, lalaran,dan rela dihukum ketika salah. jika sudah demikian, makaفتحافتَح يفتَحAllah akan membukkan pintu hidayah-Nyadan memberi ilmu untuk kita yang artinya علماعلِم يعلَم.” Jelasnya.

Ketika hidayah Allah sudah terbuka dan  mendapat ilmu, semuanya akan tertata indah, perilakunya baik, tutur katanya sopan dan bagus budi pekertinya. Dengan arti orang yang demikian seperti bab yang ke-5 atauحسناحسُن يحسُن.Barulah orang tersebut akan diperhitungkan atauحسباناحسِب يحسِب.

“orang yang berilmu tidak diperhitungkan karena orang tua ataupun nasabnya. Tapi dari diri sendiri” tegas Kyai Musthofa.

Dan diakhir ceramahnya, beliau menutup dengan syi’iran:

“ليس الفتى من يقول هذا أبى * ولكن الفتى من يقول هاأناذا”

Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan : “inilah ayahku”, tetapi pemuda yang sebenarnya adalah yang mengatakan “inilah aku”.

Acara Muhadlarah ‘Ammah sendiri merupakan agenda bulanan pesantren yang disenggarakan pada malam jum’at terakhir setiap bulan masehi.Dalam setiap pengajian rutin itu sendiri, selalu dibacakannya Kitab Ta’lim Muta’allim oleh pengasuh dan disimak oleh ribuan santri yang selalu membanjiri tempat acara.

Pada setiap pengajiannya, pengasuh selalu memberikan motivasi-motivasi segar, trik menghafal cepat, amaliyyah, adab sorang santri dsb. Dengan harapan agar lebih meningkatkan dalam hal ngaji dan prestasi para santri dan ajang silaturrahmi Kyai, Pengurus pondok dan Santri Khas pada umumnya.(Siroj Achmad).

KHITOBAH; MELATIH MENTALITAS SANTRI DIDEPAN UMUM

Ikhsan Hasanudin, santri KHAS Kempek asal Kuningan ini begitu enerjik dalam menyampaikan isi pidatonya dalam acara rutinitas marhabanan di asrama Madinah at-Tholabah, Pesantren KHAS Kempek Cirebon. Kamis (20/3) malam.

Dalam pidatonya, ia sedikit memaparkan tentang kemuliaan seseorang yang mempunyai ilmu. Menurutnya,  Allah memberikan kemulian kepada manusia karena mempunyai ilmu. Dengan gayanya yang khas seperti KH. Zaenuddin MZ, kontan membuat para santri begitu antusias mendengarkan setiap kata yang dipaparkan olehnya. “Rahasia Nabi Adam dihormati Malaikat karena Nabi Adam punya ilmu” jelas Ikhsan, yang mengaku baru 5 bulan nyantri di KHAS Kempek.

Agenda marhabanan ini sendiri merupakan program yang telah lama dijalankan di Pesantren KHAS Kempek. Dengan dibacakannya riwayat nabi dalam kitab al-Barzanji atau ad-Diba’i dan setelahnya diisi dengan acara latihan pidato, MC, qiro dan shalawat.

Di samping memberi kajian-kajian yang bersifat esensial dalam islam yang dikemas dalam kitab kuning, KHAS Kempek juga melatih mentalitas santri-santrinya dengan belajar pidato. Hal ini bertujaun agar keluaran pesantren KHAS tidak canggung ketika pada saatnya terjun dan berdakwah di tengah masyarakat.

Menurut KH. Muhammad BJ, agenda semacam ini terlihat sepele dan biasa-biasa saja. Namun jika dilakukan secara rutin, sekecil apapun agendanya akan terasa membekas pada mental seorang santri yang tidak hanya paham tentang kitab kuning, tapi seorang santri juga dituntut agar bisa menyampaikan keilmuannya dengan benar.

 Sudah saatnya seorang santri tidak lagi minder ketika berbicara di depan umum, dan melihat begitu mudahnya seseorang bisa dianggap ustadz dan berceramah di televisi hanya karena piawai dalam hal penyampaiannya. Maka santri yang kaya akan kajian islamnnya diharapkan sebagian bisa ambil bagian berdakwah di dunia per-televisi-an indonesia.

 

Oleh : Sirojudin Achmed

LTM NU: Jadikan Masjid Sebagai Pusat Gerakan

Masyarakat Nahdliyin harus kembali memanfaatkan masjid sebagai pusat gerakan. Hal ini dipahami mengingat fakta di lapangan bahwa masjid kerap disalahgunakan oleh sebagian kelompok untuk menebar kebencian berlandaskan paham keagamaannya yang tertutup.

Demikian disampaikan KH Manan Abdul Ghani, Ketua Pengurus Pusat  Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU dalam seminar bertemakan Peran Alumni  Pesantren Kempek dalam Memakmurkan Masjid dan Masyarakat di Majlis Al-Ghadir, Pesantren Kempek Cirebon, Jumat (13/12).

“Selain tempat beribadah, masjid juga merupakan tempat strategis untuk menjaga dan menguatkan tradisi keNUan di tengah masyarakat,” ungkap Kiai Manan.

Kiai Manan menambahkan, guna melancarkan gagasan tersebut, di bawah komandonya, LTM NU bertugas mengawal masyarakat Nahdliyin agar masjid  di daerah-daerah tidak diambil-alih oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Selain itu,  ia mengaku, pihaknya telah menyempurnakan pusat data atau semacam direktori masjid di Indonesia.

“Kami mengimbau masing-masing daerah untuk menyediakan database guna mendukung program silaturahmi masjid yang digawangi LTM NU,” katanya.

Acara seminar sekaligus temu alumni pesantren Kempek Cirebon ini dihadiri oleh sekurangnya 200 peserta. Selain Ketua PP LTM NU, hadir pula sebagai pembicara H Mansyur Saerozi, Wakil Ketua PP LTM NU, serta para sespuh Pesantren Kempek, Cirebon.

Liputan Sobh Adnan, dimuat di NU Online