Category Archives: Uncategorized

Syaikh Fadhil Jilani, Ziarohi Kang Ahsin

Belum kering air maSyaikh Fadil bersama Kg Mu Syaikh Fadil berziaroh di Makbaroh KH.Ahsin Syifa Aqiel SIrojta ini karena ditinggal Guru tercinta KH.Ahsin Syifa Aqiel Siroj (Wafat, 12 April 2015), kini kita harus menangis terharu karena Keturunan Syaikh Abdul Qodir Al Jilani yakni Sayyid.Prof.Dr.M.Fadhil Al Jilani al Hasani dari Istanbul Turki menyempatkan diri berziaroh di makbaroh KH.Ahsin Syifa Aqiel Siroj Kempek Cirebon pagi ini (08/05/15) dalam sambutannya beliau mengatakan “Saya datang jauh-jauh dari Istanbul Turki ke Indonesia hanya untuk bertakziah dan berziarah ke makam Waliyullah Ahsin” sungguh penghormatan luar biasa; Ulama Internasional keturunan Sayyidul Aulia, menyebut Kang Ahsin sebagai Wali, padahal semasa hidupnya beliau jarang bergaul dengan banyak orang, mobilitasnya hanya Mengaji, Berjama’ah dan Ziaroh. namun hari ini kita menyaksikan bahwa, beliau (KH.Ahsin Syifa Aqiel Siroj) adalah Waliyullah seperti yang dikatakan oleh beliau Syaikh Fadil al Jilani…
Dengan berita ini, semoga kita semua menjadi lebih bangga menjadi santrinya, bisa meneladani dan melaksanakan semua amanatnya serta meneruskan perjuangan dakwah beliau,,,Amiiin,,
(Berikut Foto Syaikh Fadil Al Jilani sedang berziaroh didepan makbaroh KH.Ahsin Syifa Aqil bersama KH.M.Musthofa Aqiel Siroj dan para santri)

KUNJUNGAN MAHASISWA UIN BANDUNG

Ratusan MaIMG_0201hasiswa UIN Bandung berduyun-duyun mendatangi ponpes KHAS Kempek, Cirebon (25/4). Tujuan Mereka adalah untuk studi banding sekaligus bersilaturahmi.

Dalam kunjungannya tersebut disambut hangat oleh pengasuh Ponpes KHAS Kempek, K.H. Muhammad Mushtofa aqiel siradj. Bahkan pengasuh merasa senang dengan kunjungan tersebut, karena beliau bisa berbagiilmu kepapa para mahasiswa mengenai apa dan bagaimana pesantren.

“Pesantren tidak hanya mendidik para santrinya untuk pintar, tapi juga untuk berahlaq”, tutur K.H. Muhammad Mushtofa aqil.

Dalam studi banding tersebut diisi dengan muhadarah amah, ceramah umum yang disampaikan langsung oleh pengasuh Ponpes KHAS Kempek. Mereka -Mahasiswa- terlihat begitu khusyu saat mendengarkan ceramah beliau, bahkan sesekali mereka bertepuk tangan karena kekaguman terhadap sebuah pesantren yang dipaparkan oleh Pengasuh.

“Mahasiswa dan mahasiswi kalau bayar ongkos naik mobil hanya separuh, tapi kalau santri bayar penuh. Ini namanya diskriminasi, padahal sama, santri juga bayar pajak. lantas pernahkah anda mendengar ada santri demo?” lanjut adik Prof Dr K.H. Said aqiel siradj itu.

Para mahasiswa semakin terkagum-kagum akan pribadi seorang santri, bagaimana seorang santri begitu taatnya kepada kyainya, dan hal itulah yang membuat santri tidak bertindak anarkis.

“Santri itu nurut apa kata Kyainya, kata kyainya NKRI itu yang membuat hidup kita para santri dan kyai tentram, sehingga santri tidak bertindak anarkis” lanjut K.H. Muhammad Mushtofa aqiel.

 

Oleh; M. Abror.

1 2