Category Archives: Seputar Kempek

RALAT INFO HAUL BUYA JA’FAR

Assalamu’alikum.wr.wb.
Sehubungan dengan padatnya rutinitas Pengasuh Yayasan dan kesepakatan bersama keluarga KHAS, maka HAUL BUYA JA’FAR Ke-1 yang dijadwalkan Tgl 02 April 2015 dirubah dan In SYa Allah akan dilaksanakan pada :
Hari & tanggal    : Ahad Malam Senin, 29 Maret 2015
Pukul                 :19.00 sampai selsai
Tempat             : Dalem Buya Ja’far (Komplek al Jadid PP.KHAS Kempek)

dengan perubahan ini harap dimaklum, demi lancar dan suksesnya acara diatas, mari kita SEBARKAN kepada Alumni dan Simpatisan PP. KHAS Kempek.
Atas segala kontribusinya kami haturkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum.wr.wb.
Atas nama Keluarga KHAS :
Ttd
H.Muhammad BJ, Lc, S.Pd.I

(NO HP : 0821 2857 1118)

Kang Said Restui berdirinya FORSASPEK

KHAS KEMPEKBerawal dari kegundahan alumni-alumni Kempek yang sedang menimba ilmu  di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terhadap tidak adanya wadah atau perkumpulan yang bisa meberikan wadah bagi setiap santri atau alumni yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Kempek Cirebon.

Dengan kegundahan yang secara terus-menerus menumpuk, dengan tanpa ada celah untuk merekfleksikan atau menyalurkan setiap kegundahan tersebut, sehingga lama-kelamaan akan menjadi bom waktu atas kegundahan tersebut, maka secara perlahan bom waktu itu pun benar-benar meledak pada tanggal 26 Oktober 2014, dengan di adakannya kumpulan di daerah Ciputat yang dihadiri oleh  sebagian alumni-alumni kempek yang berada di Jakarta, tepatnya di Masjid Fathullah depan kampus Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada pertemuan tersebut, pembicaraan masih berkisar tentang penting-tidaknya membuat sebuah perkumpulan baru bagi para alumni-alumni yang berdpmisili di Jakarta, yang tujuannya adalah tidak lain sebagai ajang untuk merajut silaturahim antar sesama alumni.

Pada pertemuan tersebut, akhirnya lahirlah sebuah embrio untuk mendirikan perkumpulan yang ruang lingkupnya tidak hanya mencakup santri-santri yang berstatus mahasiswa saja, karena dominasi alumni pesantren Kempek yang berada di Jakarta dan sekitarnya lebih menjurus kepada bidang profesi pekerja dan pedagang, dan oleh karena itu untuk mengelaborasi realita tersebut, maka perkumpulan yang nantinya akan dibentuk itu bukan khusus hanya mahasiswa saja. Maka sebuah keharusan untuk membuat kumpulan atau nama baru yang bisa merangkul semua kalangan, baik mahasiswa, pedagang, pekerja dan lain sebagainya, dengan tetap menginduk terhadap perkumpulan santri dan alumni yang sudah berdiri sejak lama seperti  IMSAK (Ikatan Mahasiswa Santri Kempek).

Untuk mematangkan pembicaraan tentang pembentukan sebuah perkumpulan santri dan alumni, maka dua minggu setelah kumpulan pertama tepatnya pada hari Minggu tanggal 9 November 2014, penulis kembali mengadakan kumpulan yang bertempat di Kota Tua Jakarta Utara  untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah di mulai ketika dulu di Ciputat. Akhirnya pada tanggal 9 November 2014 tepat jam 01:00 siang, di bentuklah forum perkumpulan alumni santri yang menaungi seluruh santri dan alumni Kempek yang berada di daerah JABODETABEK dengan nama kala itu FORRESPEK (Forum Rembug Santri Kempek) dengan sama-sama merumuskan landasan dasarnya, tujuan pembentukannya, dan misi kedepannya. Pertemuan yang keduapun dihadiri oleh 10 perwakilan santri dan para alumni diantaranya, Ahmad Nizar, Ja’far Shodiq, A. Ja’far S, Lufaefi, Munshorif, Makrus, Siti Rohmah, Siti Masitoh dan Nasriyatul wara al-hasyim.

Salah satu hasil keputusan pada pertemuan di Kota Tua, penulis di daulat sebagai Ketua dari FORRESPEK dengan di bantu Sekretaris: Siti Rohmah, Bendahara: Lufaefi dan Humas: Makrus. Dengan pertimbangan belum banyaknya alumni yang bergabung dengan FORRESPEK maka strukturalisasinya masih sebatas ketua, skretaris, bendahara dan humas saja.

Adapun sebagai sarana  untuk mendapatkan keberkahan, maka penulis berusaha untuk menghadap kepada salah satu masyayikh kempek yang berdomisili di Jakarta, Prof. Dr KH Said Aqiel Said Siroj, untuk meminta restu dan pengarahan atas berdirinya forum bagi santri dan alumni kempek yang berdomisili di Jakarta. Namun ternyata di luar dugaan nama FORRESPEK yang awalnya sudah di tetapkan sebagai nama forum kurang di setujui oleh  kang Said -sapaan akrab bagi beliau-, karena beliau lebih setuju dengan menggunakan kata “silaturahim” bukan kata “rembug”, lalu pada jam 01:18 dini hari,  tanggal 17-November 2014 di CIGANJUR, ditetapkanlah nama forum bagi santri dan alumni Kempek yang berdomisili di JABODETABEK (Jakarta, Bogor, depok, Tanggerang dan Bekasi) adalah FORSASPEK (Forum Silaturahm Alumni Santri Kempek), dan akhirnya, alhamdulillah nama itu secara perlahan semakin akrab dengan kami, para Alumni Kempek.

Salah satu kegiatan rutintias yang selalu mewarnai perjalanan FORSASPEK adalah Kajian Bulanan dan temu Alumni yang Alhamdulillah sudah berjalan selama 3 bulan berturut-turut dan bertempat di pondok pesantren Luhur-al-Tsaqafah (Pesantrennya kang Said).

Harapan dan Tujuan dengan adanya Forum FORSAPEK ini, bisa terus terjalin ukhuwwah atau persaudaraan antara sesama alumni untuk sama-sama berkhidmah kepada pesantren yang dulu pernah mendidik dan mengajari kita berbagai macam ilmu. Oleh karena itu, atas nama pribadi saya sebagai Ketua FORSASPEK meminta doa, dukungan, dan dorongan dari semua pihak agar bisa memperkenalkan pesantren KEMPEK kepada seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

AHMAD NIZAR IDRIS SUBHI*

*Penulis bisa dihubungi lewat email, neizerdakhil@gmail.com, atau twiiter Nizar_Presto, atau Facebook Nizar Presto.

Pensi Memacu Kreatifitas Santri Kempek

Cirebon, Sabtu (22/11), Sejak jarum jam meujukan pukul 13.00 WIB, santriwan, santriwati, alumni dan tamu udangan berjalan menuju lokasi acara. kursi yang tertata rapi di halaman MTS KHAS Kempek, Cirebon, mulai dipadati ratusan pengunjung. Terik matahari yang menyengat tidak membuat pengunjung beranjak dari kursi duduknya hingga penghujung acara.

Pentas Seni (Pensi) santri Pondok Pesantren (Pon-Pest) KHAS Kempek begitu menghibur para pengunjung. Suara tepuk tangan terdengar setiap selesai pementasan. Acara tersebut ditutup dengan pementasan alat musik tradisional gamelan.

Asep Sofyani, salah satu pengunjung, meresa terhibur dengan pementasa tersebut. Ia menilai acara pementasan secara umum bagus, namun dirasa masih bagus tahun kemarin. “ Kalau tahun kemarin menampilkan perpaduan marawis, angklunng dan recorder. ditambah alunan musik sejarah Kempek dari masa ke masa, itu lebih mengharukan, “ujar alumni 2003 tersebut.

Acara yag dipandu oleh host senior Pon-Pest KHAS Kempek, Upid Abdul Mufid dan Muhammad  Idrus, bertujuan meramaikan Haul KH. Aqil Siraj, KH. Nashir Abu Bakar dan Hj. Afifah Harun dan Tasyakur Khotmil al-Quran dan Juz ’amma. Di samping itu juga, untuk menunjukan bahwa santri Kempek bisa berkreasi dan mampu tampil di hadapan orang banyak.

Hal itu disampaikan kang Upid, panggilan akrab Upid Abdul Mupid, saat dikofirmasi setelah selesai acara. Ia menambahkan kegiatan itu juga sebagai wahana mengembangkan bakat diri para santri. Pementasan seni dari tahun ke tahun berubah-ubah.

“Pementasan tahun sekarang ada hadroh, nadzoman, puisi berantai, pianika dan gamelan. “ ujar pria lajang asal majalengka ini.

* Oleh : King Pantura

HAUL & TASYAKKUR 2014

HAUL & TASYAKKUR 2014

Mengucap Syukur kehadirat Allah,SWT perhelatan Haul dan Tasyakkur Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma 22 November 2014 telah usai, semua agenda acara berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, di mulai dengan pentas Khotmil Juz ‘Amma & Khotimin Khotmil Al Qur’an yang berjumlah 159 (115 Khotimil Juz ‘Amma 44 Khotimil Al Qur’an) di pagi hari, dilanjut dengan pagelaran seni pukul 13.00 WIB, Walimatul Haul (Tahlil) dan Acara malam semuanya berjalan lancar dan sukses.

Meski tidak ada pementasan Khotmil Alfiyah, Haul dan tasyakkur kali ini tidak kalah meriah dengan haul yang sebelumnya, banyak kegiatan-kegiatan baru yang ada di haul sekarang, seperti adanya Pameran Dokumentasi Poto dan Video yang menyajikan poto dan video masyayikh, kegiatan santri dan masyayikh serta bangunan pondok dari masa ke masa, pameran ini mendapat respon positif dari pengunjung salah satunya Ust. Ustmani Alumni Khotimil Alfiyah tahun 2003 “Saya sangat terharu, ternyata pondok ini menyimpan dokumentasi dengan baik, tidak hanya poto ketika saya menjadi khotimin tahun 2003 tapi juga poto – poto khotmil Alfiyah dan Al Quran ketika saya menjadi santri baru, saya ingat betul khotmil Alfiyah kala itu memakai seragam seperti ini (sambil nunjuk poto), pameran ini sungguh menggugah kenangan kami bersama masyayikh terutama Buya Ja’far, dengan memandang wajah beliau kami teringat kebersamaan bersamanya kala ngaji Al Qur’an dan Alfiyah, Jama’ah serta Ziaroh dll. Beliau Ulama yang Sholeh, Istiqomah Mengaji, Sholat berjama’ah dan istiqomah membimbing santri ziaroh, tegas, disiplin dan tak pernah mengeluh,” ungkap alumni dari Brebes ini.

Selain ada pameran dokumentasi, ada juga pementasan seni dari perwakilan masing-masing lembaga, semua lembaga dibawah naungan yayasan KHAS berlomba tampil maksimal dari MTM Putra menampilkan Nadzoman Aqidatul Awwam dengan jumlah personil 50 di komandoi oleh Mas Izzat dan Puisi berantai yang bikin heboh, MTM putri menampilkan Nadzoman Hidayatushibyan oleh santri putrid kelas tamhidiyyah, MTs KHAS menampilkan seni hadroh, SMP KHAS menampilkan Seni Pianika dan terakhir MA KHAS yang dikomandoi oleh Pak Kadiro Cs  menampilkan Seni Musik Gamelan.

Ada perbedaan yang sangat ketara di acara Haul sekarang, karena Haul kali ini dibarengi dengan Pementasan Khotmil Juz ‘Amma menggantikan pementasan khotmil Alfiyah yang dipindah di akhir tahun bersamaan dengan Kutubil Muqorroroh, 

Acara Tahlil yang digelar sore hari ba’da ashar pun menjadi khidmat, ribuan santri, khotimin, wali santri, alumni dan penduduk desa berbondong bonding ngalap berkah dari masyayikh pendiri pesantren bersama masyayikh yang hadir seperti KH.Amin Siroj dari Gedongan, KH.Nawawi Umar, KH Said Aqiel Siroj (Ketum PBNU), KH.Musthofa Aqiel, KH.Ahsin SYifa Aqiel, KH.Niamillah Aqiel dan sejumlah Kyai dari luar pesantren kempek,

Rangkaian acara menjadi meriah ketika acara malam dimulai, diawali dengan penampilan Slide mengenai kiprah pendiri pondok KH.Aqel Siroj dan Buya Ja’far yang bulan April kemarin mendahului kita semua, dengan durasi 17 menit penampilan slide ini membuat semua pengunjung terdiam membisu mengikuti jalannya slide mereka semua seolah masuk dalam penampilan slide tidak sedikit dari pengunjung yang meneteskan air mata tanda kerinduan kepada sang murabbi begitu judul dari slide itu.

Setelah penampilan slide poto yang bikin pengunjung terharu acara berubah drastis menjadi riuh dengan tawa, ketika Ki Enthus Susmono yang belum disebut namanya langsung naik keatas podium, dengan logat khas tegal sang dalang yang juga menjabat sebagai bupati tegal ini mulai beretorika dengan ceplas ceplos tapi masih dalam penampilan yang sopan, ada hal unik ketika beliau tampil, dengan bahasa yang tegas beliau minta diakui sebagai Santri kempek.

Kemeriahan acara ini juga tidak lepas dari penampilan Drum Band dari Al Anwar Ponpes Sarang Jawa tengah, Drum yang tampil di pagi hari dan demo dimalam hari ini mendapat antusias dari pengunjung haul terutama santri putri selain karena memang penampilan Drum band ini begitu indah juga karena dalam personil Drum Band itu ada Mas Shobah putra ke 3 dari Kang Mu.

*Oleh : Rana Girindra Wardana Muhammad

 

 

PERGAMANAS 2015

Untuk kesekian kalinya Pondok Pesantren kita dipercaya menjadi tuan rumah acara tingkat Nasional, setelah acara Seminar International 2012 dan  Musyawarah Nasional Nahdlatul Ulama (MUNAS NU) tahun 2012, Insya Allah  pada tangga 7-14 Januari 2015 akan diselenggaraan Perkemahan Regu Penggalang Pramuka Ma’arif NU Nasional (Pergamanas).

Dukungan dari segenap Alumni, Wali Santri dan Instansi terkait menjadi salah satu modal utama sukses tidaknya  acara tersebut diatas, oleh karena itu mari kita dukung penuh acara PERGAMANAS di Ponpes KHAS Kempek, Suksesnya acara Kesuksesan Buat kita Semua,

Salam Pramuka.

KUNJUNGAN KAPOLDA JAWA BARAT DI PONDOK PESANTREN KEMPEK CIREBON

Rabu siang (27/08), Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofin Pondok Pesantren KHAS Palimanan dikunjungi Bapak Irjen. Pol. Drs. M. Iriawan, S.H., M.M., M.H. (KAPOLDA JABAR) beserta jajarannya dan Bupati Cirebon. Kunjungan ke-2 se-wilayah Cirebon setelah pondok pesantren Gedongan (26/08) ini merupakan tanggapan tegas dari kepolisian Jawa Barat atas kelompok pemberontakan dan doktrin-doktrin ISIS (Islamic state of Iraq and Syiria) terhadap masyarakat sekitar yang marak akhir-akhir ini.

“NKRI harga mati, karena yang membuat Negara adalah kyai”, tegas KH. Musthofa Aqiel Siradj (Pengasuh Pon-Pes KHAS) dalam sambutannya. Bapak KAPOLDA juga meminta dengan sangat kepada Kang Muh (panggilan akrab KH. Musthofa Aqiel, red) agar selalu mengingatkan para santrinya dan masyarakat sekitar untuk berhati-hati terhadap wabah ISIS yang sangat mengancam eksistensi agama Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Pasalnya ISIS dikhawatirkan menyusup ke pesantren-pesantren di wilayah Jawa Barat yang notabene adalah tonggak pendidikan keagamaan salafi.

Menurut Kang Muh, “pihak kepolisian tidak usah khawatir terhadap santri (Kempek), karena santri tidak pernah demo apalagi memberontak, karena santri disini (Kempek) digembleng akhlak.” tegasnya dalam sambutan Pengasuh Pon-pes. “Al-Qur`an menyebutkan sekitar 500 ayat tentang hukum syari`at dan selebihnya menjelaskan tentang akhlak, mereka (ISIS) hanya belajar tentang ayat-ayat hukum saja, akhirnya mereka menjadi kaum ekstrimis”. Lanjut Kang Muh menanggapi kelompok ISIS.

Selain pihak Kepolisian, maraknya ISIS akhir-akhir ini menjadi ancaman juga bagi warga Negara, pasalnya konsep yang ditawarkan oleh ISIS memang sangat kontras dengan semboyan persatuan NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila.

“Indonesia adalah negeri berbeda suku, ras, etnis dan budaya, jika berkiblat pada Negara lain yang tidak se-visi dan misi maka bukanlah NKRI.” Tutur Agus Said (22). Selain pesantren Kempek, kepolisian Jawa Barat juga mengunjungi sejumlah pesantren lainnya seperti Gedongan, Buntet dan pon-pes lainnya.

Semoga NKRI tetap menjadi harga mati bagi warganya, seperti yang disampaikan Kang Muh, dan visi misi pesantren selalu memberikan dorongan bagi warga Indonesia agar selalu berakhlakul karimah serta menjunjung tinggi perdamaian. (Ahmad Ali Syauqi)*

*Penulis adalah khadim Madrasah Tahdzibul Mutsaqqofin Pesantren KHAS Palimanan Cirebon.

1 2 3 4 7