Category Archives: BERITA

PESANTREN KHAS BERDUKA ATAS WAFATNYA KH. AHSIN SYIFA AQIEL SIROJ

“Kullu nafsin dzaiqotul maut tsumma ilaina turja’un”. Pesantren KHAS Kempek Cirebon DSC_0043kembali berduka, karena salah satu pengasuhnya kembali dipanggil Sang Khaliq. Beliau adalah KH. AHSIN SYIFA AQIEL SIROJ ( putra ke-4 dari KH. AQIEL SIROJ) yang tak lain adik kandung Kang Said (Ketum PBNU) di kediamannya, Pesantren KHAS Kempek, desa Kempek kecamatan Gempol kabupaten Cirebon. 12/4/15. Jam 4 pagi.

Pada mulanya ketika hari jum’at (10/4) pagi, Kiai Ahsin mengontrol sawahnya yang sedang dipanen oleh para santri di komplek al-Jadied. Sepulangnya dari sawah, kondisi kesehatan Kiai Ahsin turun dan pihak keluarga menyarankan agar tidak usah melaksanakan shalat jum’at di masjid, namun Kiai menolak dan bersikukuh untuk tetap melaksanakan shalat jum’at. “ke sawah berangkat, masa jum’atan tidak berangkat. Saya malu dengan Allah” dan wafatnya pun dengan niat hendak melakukan jamaah shalat shubuh dengan para santri” jelas  KH. MUSTHOFA AQIEL dalam isyhad jenazah sambil meneteskan air mata mengenang ucapan Kiai Ahsin.

KH.SAID AQIEL SIROJ juga sedikit bercerita bahwa dari kelima anak Kiai Aqiel yang tidak mondok ke mana-mana hanya Kiai Ahsin. Ilmu beliau murni dari ayahanda Kiai Aqiel. “tapi tidak jarang justru saya kakak-kakaknya yang selalu bertanya padanya. Beliau sangat teliti dan cerdas”. Jelas Kang Said di depan ribuan pentakziah, alumni dan santri.

Kang Said juga memberikan penyaksian tentang pribadi Kiai Ahsin yang menurutnya tidak punya dosa. Betapa tidak, dalam benak Kiai Ahsin tidak pernah terbesit untuk kaya, dan selalu merasa cukup dan selalu bersyukur atas semua yang telah Allah berikan padanya.

Keseharian Kiai Ahsin hanya mengajar dan berjamaah dengan para santri dan jarang bepergian keluar rumah, “kalau pun ada (dosa), itu paling (dosa) yang tidak disengaja dan yang saya kagumi darinya adalah keistiqomahannya dalam beribadah dan mengajar para santri” ujarnya.

:: KH.Ahsin Syifa Aqiel Siroj wafat dalam usia 55 tahun, meninggalkan seorang istri bernama Nyai Hj. Iin Muhsinah dan dua orang putri bernama Aniqoh Dina dan Dzikro.

Sungguh kita sangat kehilangan figur guru seperti Kiai Ahsin yang selalu istiqomah dan tak kenal lelah mengajarkan para santri tentang arti kesederhanaan dan keikhlasan.

 

Oleh: Siroj Achmad

FALSAFAT TASHRIFAN MENURUT KYAI MUSTHOFA AQIEL

Ilmu tashrif adalah satu fan ilmu gramatika bahasa arab yang tidaklah asing di mata para santri yang sedang mendalami agama islam melalui Turats-turats atau pemahaman kitab kuning. Namun sayangnya turats sendiri menggunakan bahasa arab dan bertolak belakang dengan bahasa yang digunakan sehari-hari di indonesia. oleh sabab itu, pelajar di indonesia tidaklah gampang untuk memahami Turats jika tidak bisa bahasa arab dan menguasai gramatikanya yang ada enam: Nahwu, Mantiq, Balaghoh, Bayan, Badi’ begitu juga Shorof atau Tashrif. Dengan artian, ke-enam fan ilmu tersebut sangatlah mutlak bagi pelajar atau santri yang ingin bisa memahami kitab kuning seperti Tafsir, Hadits, Ushul Fiqh dsb.

Akan tetapi tashif juga memiliki falsafat tersendiri, seperti yang dipaparkan oleh KH. M. MUSTHOFA AQIEL SIROJ, selaku Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek cirebon dalam acara Muhadlarah ‘Ammah (pengajian umum) yang bertempat di halaman komplek al-Jadied Pondok Pesantren KHAS Kempek Desa Kempek Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Kamis (26/02/2015) malam.

فعل يفعل فعلا,yang pertama adalah harus mampu dan berani berbuat, beramal dan berkarya. “Akan tetapi itu semuanya melalui pertolongan Allah dan bimbingan dari para guru. Makanya نصَر ينصُر نصرا” ungkap Kyai Musthofa menjelaskan di depan ribuan santri yang memadati tempat acara.

Kyai Musthofa melanjutkan,kebayakan dikalangan pemuda lebih suka belajar agama di media social seperti google, youtube dsb, yang jelas tidak ada gurunya. Yang dikhawatirkan menjadi pemikiran radikal sampai-sampai berani membunuh orang lain yang tidak sepaham dengannyadan sedang marak terjadi belakangan ini. Karena itu semua dapat mencoreng kesucian nama islam di mata dunia.

“disamping itu,ضرباضرَب يضرِبorang harus berusaha, menghafal, nderes, lalaran,dan rela dihukum ketika salah. jika sudah demikian, makaفتحافتَح يفتَحAllah akan membukkan pintu hidayah-Nyadan memberi ilmu untuk kita yang artinya علماعلِم يعلَم.” Jelasnya.

Ketika hidayah Allah sudah terbuka dan  mendapat ilmu, semuanya akan tertata indah, perilakunya baik, tutur katanya sopan dan bagus budi pekertinya. Dengan arti orang yang demikian seperti bab yang ke-5 atauحسناحسُن يحسُن.Barulah orang tersebut akan diperhitungkan atauحسباناحسِب يحسِب.

“orang yang berilmu tidak diperhitungkan karena orang tua ataupun nasabnya. Tapi dari diri sendiri” tegas Kyai Musthofa.

Dan diakhir ceramahnya, beliau menutup dengan syi’iran:

“ليس الفتى من يقول هذا أبى * ولكن الفتى من يقول هاأناذا”

Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan : “inilah ayahku”, tetapi pemuda yang sebenarnya adalah yang mengatakan “inilah aku”.

Acara Muhadlarah ‘Ammah sendiri merupakan agenda bulanan pesantren yang disenggarakan pada malam jum’at terakhir setiap bulan masehi.Dalam setiap pengajian rutin itu sendiri, selalu dibacakannya Kitab Ta’lim Muta’allim oleh pengasuh dan disimak oleh ribuan santri yang selalu membanjiri tempat acara.

Pada setiap pengajiannya, pengasuh selalu memberikan motivasi-motivasi segar, trik menghafal cepat, amaliyyah, adab sorang santri dsb. Dengan harapan agar lebih meningkatkan dalam hal ngaji dan prestasi para santri dan ajang silaturrahmi Kyai, Pengurus pondok dan Santri Khas pada umumnya.(Siroj Achmad).

RALAT INFO HAUL BUYA JA’FAR

Assalamu’alikum.wr.wb.
Sehubungan dengan padatnya rutinitas Pengasuh Yayasan dan kesepakatan bersama keluarga KHAS, maka HAUL BUYA JA’FAR Ke-1 yang dijadwalkan Tgl 02 April 2015 dirubah dan In SYa Allah akan dilaksanakan pada :
Hari & tanggal    : Ahad Malam Senin, 29 Maret 2015
Pukul                 :19.00 sampai selsai
Tempat             : Dalem Buya Ja’far (Komplek al Jadid PP.KHAS Kempek)

dengan perubahan ini harap dimaklum, demi lancar dan suksesnya acara diatas, mari kita SEBARKAN kepada Alumni dan Simpatisan PP. KHAS Kempek.
Atas segala kontribusinya kami haturkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum.wr.wb.
Atas nama Keluarga KHAS :
Ttd
H.Muhammad BJ, Lc, S.Pd.I

(NO HP : 0821 2857 1118)

Kang Said Restui berdirinya FORSASPEK

KHAS KEMPEKBerawal dari kegundahan alumni-alumni Kempek yang sedang menimba ilmu  di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terhadap tidak adanya wadah atau perkumpulan yang bisa meberikan wadah bagi setiap santri atau alumni yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Kempek Cirebon.

Dengan kegundahan yang secara terus-menerus menumpuk, dengan tanpa ada celah untuk merekfleksikan atau menyalurkan setiap kegundahan tersebut, sehingga lama-kelamaan akan menjadi bom waktu atas kegundahan tersebut, maka secara perlahan bom waktu itu pun benar-benar meledak pada tanggal 26 Oktober 2014, dengan di adakannya kumpulan di daerah Ciputat yang dihadiri oleh  sebagian alumni-alumni kempek yang berada di Jakarta, tepatnya di Masjid Fathullah depan kampus Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada pertemuan tersebut, pembicaraan masih berkisar tentang penting-tidaknya membuat sebuah perkumpulan baru bagi para alumni-alumni yang berdpmisili di Jakarta, yang tujuannya adalah tidak lain sebagai ajang untuk merajut silaturahim antar sesama alumni.

Pada pertemuan tersebut, akhirnya lahirlah sebuah embrio untuk mendirikan perkumpulan yang ruang lingkupnya tidak hanya mencakup santri-santri yang berstatus mahasiswa saja, karena dominasi alumni pesantren Kempek yang berada di Jakarta dan sekitarnya lebih menjurus kepada bidang profesi pekerja dan pedagang, dan oleh karena itu untuk mengelaborasi realita tersebut, maka perkumpulan yang nantinya akan dibentuk itu bukan khusus hanya mahasiswa saja. Maka sebuah keharusan untuk membuat kumpulan atau nama baru yang bisa merangkul semua kalangan, baik mahasiswa, pedagang, pekerja dan lain sebagainya, dengan tetap menginduk terhadap perkumpulan santri dan alumni yang sudah berdiri sejak lama seperti  IMSAK (Ikatan Mahasiswa Santri Kempek).

Untuk mematangkan pembicaraan tentang pembentukan sebuah perkumpulan santri dan alumni, maka dua minggu setelah kumpulan pertama tepatnya pada hari Minggu tanggal 9 November 2014, penulis kembali mengadakan kumpulan yang bertempat di Kota Tua Jakarta Utara  untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah di mulai ketika dulu di Ciputat. Akhirnya pada tanggal 9 November 2014 tepat jam 01:00 siang, di bentuklah forum perkumpulan alumni santri yang menaungi seluruh santri dan alumni Kempek yang berada di daerah JABODETABEK dengan nama kala itu FORRESPEK (Forum Rembug Santri Kempek) dengan sama-sama merumuskan landasan dasarnya, tujuan pembentukannya, dan misi kedepannya. Pertemuan yang keduapun dihadiri oleh 10 perwakilan santri dan para alumni diantaranya, Ahmad Nizar, Ja’far Shodiq, A. Ja’far S, Lufaefi, Munshorif, Makrus, Siti Rohmah, Siti Masitoh dan Nasriyatul wara al-hasyim.

Salah satu hasil keputusan pada pertemuan di Kota Tua, penulis di daulat sebagai Ketua dari FORRESPEK dengan di bantu Sekretaris: Siti Rohmah, Bendahara: Lufaefi dan Humas: Makrus. Dengan pertimbangan belum banyaknya alumni yang bergabung dengan FORRESPEK maka strukturalisasinya masih sebatas ketua, skretaris, bendahara dan humas saja.

Adapun sebagai sarana  untuk mendapatkan keberkahan, maka penulis berusaha untuk menghadap kepada salah satu masyayikh kempek yang berdomisili di Jakarta, Prof. Dr KH Said Aqiel Said Siroj, untuk meminta restu dan pengarahan atas berdirinya forum bagi santri dan alumni kempek yang berdomisili di Jakarta. Namun ternyata di luar dugaan nama FORRESPEK yang awalnya sudah di tetapkan sebagai nama forum kurang di setujui oleh  kang Said -sapaan akrab bagi beliau-, karena beliau lebih setuju dengan menggunakan kata “silaturahim” bukan kata “rembug”, lalu pada jam 01:18 dini hari,  tanggal 17-November 2014 di CIGANJUR, ditetapkanlah nama forum bagi santri dan alumni Kempek yang berdomisili di JABODETABEK (Jakarta, Bogor, depok, Tanggerang dan Bekasi) adalah FORSASPEK (Forum Silaturahm Alumni Santri Kempek), dan akhirnya, alhamdulillah nama itu secara perlahan semakin akrab dengan kami, para Alumni Kempek.

Salah satu kegiatan rutintias yang selalu mewarnai perjalanan FORSASPEK adalah Kajian Bulanan dan temu Alumni yang Alhamdulillah sudah berjalan selama 3 bulan berturut-turut dan bertempat di pondok pesantren Luhur-al-Tsaqafah (Pesantrennya kang Said).

Harapan dan Tujuan dengan adanya Forum FORSAPEK ini, bisa terus terjalin ukhuwwah atau persaudaraan antara sesama alumni untuk sama-sama berkhidmah kepada pesantren yang dulu pernah mendidik dan mengajari kita berbagai macam ilmu. Oleh karena itu, atas nama pribadi saya sebagai Ketua FORSASPEK meminta doa, dukungan, dan dorongan dari semua pihak agar bisa memperkenalkan pesantren KEMPEK kepada seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

AHMAD NIZAR IDRIS SUBHI*

*Penulis bisa dihubungi lewat email, neizerdakhil@gmail.com, atau twiiter Nizar_Presto, atau Facebook Nizar Presto.

Pensi Memacu Kreatifitas Santri Kempek

Cirebon, Sabtu (22/11), Sejak jarum jam meujukan pukul 13.00 WIB, santriwan, santriwati, alumni dan tamu udangan berjalan menuju lokasi acara. kursi yang tertata rapi di halaman MTS KHAS Kempek, Cirebon, mulai dipadati ratusan pengunjung. Terik matahari yang menyengat tidak membuat pengunjung beranjak dari kursi duduknya hingga penghujung acara.

Pentas Seni (Pensi) santri Pondok Pesantren (Pon-Pest) KHAS Kempek begitu menghibur para pengunjung. Suara tepuk tangan terdengar setiap selesai pementasan. Acara tersebut ditutup dengan pementasan alat musik tradisional gamelan.

Asep Sofyani, salah satu pengunjung, meresa terhibur dengan pementasa tersebut. Ia menilai acara pementasan secara umum bagus, namun dirasa masih bagus tahun kemarin. “ Kalau tahun kemarin menampilkan perpaduan marawis, angklunng dan recorder. ditambah alunan musik sejarah Kempek dari masa ke masa, itu lebih mengharukan, “ujar alumni 2003 tersebut.

Acara yag dipandu oleh host senior Pon-Pest KHAS Kempek, Upid Abdul Mufid dan Muhammad  Idrus, bertujuan meramaikan Haul KH. Aqil Siraj, KH. Nashir Abu Bakar dan Hj. Afifah Harun dan Tasyakur Khotmil al-Quran dan Juz ’amma. Di samping itu juga, untuk menunjukan bahwa santri Kempek bisa berkreasi dan mampu tampil di hadapan orang banyak.

Hal itu disampaikan kang Upid, panggilan akrab Upid Abdul Mupid, saat dikofirmasi setelah selesai acara. Ia menambahkan kegiatan itu juga sebagai wahana mengembangkan bakat diri para santri. Pementasan seni dari tahun ke tahun berubah-ubah.

“Pementasan tahun sekarang ada hadroh, nadzoman, puisi berantai, pianika dan gamelan. “ ujar pria lajang asal majalengka ini.

* Oleh : King Pantura

HAUL & TASYAKKUR 2014

HAUL & TASYAKKUR 2014

Mengucap Syukur kehadirat Allah,SWT perhelatan Haul dan Tasyakkur Khotmil Qur’an dan Juz ‘Amma 22 November 2014 telah usai, semua agenda acara berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, di mulai dengan pentas Khotmil Juz ‘Amma & Khotimin Khotmil Al Qur’an yang berjumlah 159 (115 Khotimil Juz ‘Amma 44 Khotimil Al Qur’an) di pagi hari, dilanjut dengan pagelaran seni pukul 13.00 WIB, Walimatul Haul (Tahlil) dan Acara malam semuanya berjalan lancar dan sukses.

Meski tidak ada pementasan Khotmil Alfiyah, Haul dan tasyakkur kali ini tidak kalah meriah dengan haul yang sebelumnya, banyak kegiatan-kegiatan baru yang ada di haul sekarang, seperti adanya Pameran Dokumentasi Poto dan Video yang menyajikan poto dan video masyayikh, kegiatan santri dan masyayikh serta bangunan pondok dari masa ke masa, pameran ini mendapat respon positif dari pengunjung salah satunya Ust. Ustmani Alumni Khotimil Alfiyah tahun 2003 “Saya sangat terharu, ternyata pondok ini menyimpan dokumentasi dengan baik, tidak hanya poto ketika saya menjadi khotimin tahun 2003 tapi juga poto – poto khotmil Alfiyah dan Al Quran ketika saya menjadi santri baru, saya ingat betul khotmil Alfiyah kala itu memakai seragam seperti ini (sambil nunjuk poto), pameran ini sungguh menggugah kenangan kami bersama masyayikh terutama Buya Ja’far, dengan memandang wajah beliau kami teringat kebersamaan bersamanya kala ngaji Al Qur’an dan Alfiyah, Jama’ah serta Ziaroh dll. Beliau Ulama yang Sholeh, Istiqomah Mengaji, Sholat berjama’ah dan istiqomah membimbing santri ziaroh, tegas, disiplin dan tak pernah mengeluh,” ungkap alumni dari Brebes ini.

Selain ada pameran dokumentasi, ada juga pementasan seni dari perwakilan masing-masing lembaga, semua lembaga dibawah naungan yayasan KHAS berlomba tampil maksimal dari MTM Putra menampilkan Nadzoman Aqidatul Awwam dengan jumlah personil 50 di komandoi oleh Mas Izzat dan Puisi berantai yang bikin heboh, MTM putri menampilkan Nadzoman Hidayatushibyan oleh santri putrid kelas tamhidiyyah, MTs KHAS menampilkan seni hadroh, SMP KHAS menampilkan Seni Pianika dan terakhir MA KHAS yang dikomandoi oleh Pak Kadiro Cs  menampilkan Seni Musik Gamelan.

Ada perbedaan yang sangat ketara di acara Haul sekarang, karena Haul kali ini dibarengi dengan Pementasan Khotmil Juz ‘Amma menggantikan pementasan khotmil Alfiyah yang dipindah di akhir tahun bersamaan dengan Kutubil Muqorroroh, 

Acara Tahlil yang digelar sore hari ba’da ashar pun menjadi khidmat, ribuan santri, khotimin, wali santri, alumni dan penduduk desa berbondong bonding ngalap berkah dari masyayikh pendiri pesantren bersama masyayikh yang hadir seperti KH.Amin Siroj dari Gedongan, KH.Nawawi Umar, KH Said Aqiel Siroj (Ketum PBNU), KH.Musthofa Aqiel, KH.Ahsin SYifa Aqiel, KH.Niamillah Aqiel dan sejumlah Kyai dari luar pesantren kempek,

Rangkaian acara menjadi meriah ketika acara malam dimulai, diawali dengan penampilan Slide mengenai kiprah pendiri pondok KH.Aqel Siroj dan Buya Ja’far yang bulan April kemarin mendahului kita semua, dengan durasi 17 menit penampilan slide ini membuat semua pengunjung terdiam membisu mengikuti jalannya slide mereka semua seolah masuk dalam penampilan slide tidak sedikit dari pengunjung yang meneteskan air mata tanda kerinduan kepada sang murabbi begitu judul dari slide itu.

Setelah penampilan slide poto yang bikin pengunjung terharu acara berubah drastis menjadi riuh dengan tawa, ketika Ki Enthus Susmono yang belum disebut namanya langsung naik keatas podium, dengan logat khas tegal sang dalang yang juga menjabat sebagai bupati tegal ini mulai beretorika dengan ceplas ceplos tapi masih dalam penampilan yang sopan, ada hal unik ketika beliau tampil, dengan bahasa yang tegas beliau minta diakui sebagai Santri kempek.

Kemeriahan acara ini juga tidak lepas dari penampilan Drum Band dari Al Anwar Ponpes Sarang Jawa tengah, Drum yang tampil di pagi hari dan demo dimalam hari ini mendapat antusias dari pengunjung haul terutama santri putri selain karena memang penampilan Drum band ini begitu indah juga karena dalam personil Drum Band itu ada Mas Shobah putra ke 3 dari Kang Mu.

*Oleh : Rana Girindra Wardana Muhammad

 

 

1 2 3 4 7